Hujan meteor Lyrid diperkirakan bisa diamati dari Indonesia pada 22–23 April 2026. Fenomena ini memang rutin terjadi setiap tahun dan jadi salah satu yang paling dikenal. Meski tidak selalu menghasilkan meteor dalam jumlah besar, Lyrid tetap menarik karena termasuk hujan meteor tertua yang sudah diamati sejak ribuan tahun lalu.

Menurut data astronomi, puncak Lyrid 2026 terjadi sekitar 22 April malam hingga dini hari 23 April, dengan potensi sekitar 15–20 meteor per jam dalam kondisi langit gelap. Artinya, fenomena ini masih cukup layak dinikmati, terutama dari lokasi minim polusi cahaya.

Namun, Lyrid bukan satu-satunya hujan meteor yang menarik. Di berbagai negara, ada sejumlah hujan meteor lain yang bahkan lebih aktif, lebih terang, atau pernah mencapai level ekstrem. Berikut lima di antaranya.

1. Meteor Perseids

Perseids sering disebut sebagai hujan meteor paling populer di dunia. Fenomena ini biasanya mencapai puncak pada pertengahan Agustus dan bisa diamati dengan jelas di Amerika Serikat, Inggris, hingga Jepang.

NASA menyebut Perseids mampu menghasilkan sekitar 50 hingga 100 meteor per jam dalam kondisi ideal. Karena muncul saat musim panas di belahan utara, cuacanya juga cenderung mendukung untuk pengamatan.

Media dan lembaga astronomi di Inggris bahkan menyebut Perseids sebagai salah satu pertunjukan langit paling dramatis setiap tahunnya. Tidak heran kalau fenomena ini selalu jadi incaran pengamat langit.

2. Hujan Meteor Geminids

Geminids dikenal sebagai salah satu hujan meteor paling kuat. Puncaknya biasanya terjadi pada pertengahan Desember dan bisa terlihat di banyak wilayah, termasuk Australia.

Yang membuat Geminids unik, sumbernya bukan komet, melainkan objek bernama 3200 Phaethon yang diduga asteroid aktif. NASA mencatat hujan meteor ini bisa menghasilkan sekitar 40–50 meteor per jam, bahkan lebih dalam kondisi ideal.

Selain jumlahnya, Geminids juga dikenal karena meteornya terang dan bergerak lebih lambat, sehingga lebih mudah dilihat.

3. Meteor Leonids

Leonids mungkin tidak selalu spektakuler setiap tahun, tetapi sejarahnya membuat hujan meteor ini sangat terkenal.

Pada tahun 1966 di Amerika Serikat, Leonids berubah menjadi badai meteor. Dalam waktu singkat, langit dipenuhi ribuan meteor per menit. NASA menyebut fenomena seperti ini sebagai “meteor storm”, yaitu saat jumlah meteor mencapai lebih dari 1.000 per jam.

Peristiwa ini jarang terjadi, tetapi menjadi salah satu catatan paling dramatis dalam dunia astronomi modern.

4. Meteor Quadrantids

Quadrantids biasanya muncul di awal Januari dan banyak diamati di wilayah Eropa serta Amerika Utara.

Hujan meteor ini sebenarnya cukup aktif, bahkan bisa menghasilkan puluhan meteor per jam. Namun, tantangannya adalah puncaknya sangat singkat, hanya berlangsung beberapa jam saja.

NASA menjelaskan bahwa Quadrantids tetap masuk dalam daftar hujan meteor terbaik, meskipun tidak seterkenal Perseids atau Geminids karena durasinya yang terbatas.

5. Meteor Orionids

Orionids menjadi salah satu hujan meteor yang menarik karena berasal dari sisa debu Komet Halley. Fenomena ini biasanya terjadi pada Oktober dan bisa diamati dari berbagai negara, termasuk Australia.

NASA menyebut Orionids sebagai salah satu hujan meteor paling indah karena meteornya cepat dan sering meninggalkan jejak cahaya di langit.

Meski jumlahnya tidak sebanyak Perseids, Orionids tetap jadi favorit bagi pengamat langit karena tampilannya yang khas.

Jika dibandingkan, Lyrid memang tidak sebesar Perseids atau Geminids. Namun, fenomena ini tetap penting sebagai pengantar bagi banyak orang untuk mulai mengenal hujan meteor.

Fenomena seperti Lyrid menunjukkan bahwa langit malam selalu punya kejutan, tergantung waktu dan lokasi kita berada. Di negara lain, hujan meteor bisa terlihat lebih intens karena posisi geografis dan kondisi langit yang berbeda.

Dengan memahami berbagai jenis hujan meteor, kita jadi tahu bahwa setiap fenomena punya karakter sendiri ada yang singkat tapi padat, ada yang rutin tapi indah, bahkan ada yang pernah berubah menjadi badai.

Hujan meteor Lyrid pada April 2026 menjadi momen yang sayang dilewatkan. Meski tidak terlalu deras, fenomena ini tetap menarik untuk diamati.

Di sisi lain, dunia astronomi menyimpan banyak hujan meteor lain yang pernah memukau berbagai negara. Dari Perseids yang populer hingga Leonids yang pernah menjadi badai meteor, semuanya menunjukkan bahwa langit malam selalu punya cerita berbeda di setiap tempat.